• Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Peta Situs
Jumat, Maret 27, 2026
  • Login
Berita Keuangan Indonesia
  • Home
  • News
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
  • EKONOMI
    • BISNIS
    • KEUANGAN
  • CRYPTO
    • BLOCKCHAIN
  • INVESTASI
    • KEUANGAN PRIBADI
    • INVESTASI SAHAM
  • ANALISIS KEUANGAN
    Ekspor Mobil Indonesia 2025 Tembus Rekor 518.000 Unit Saat Pasar Domestik Lesu

    Ekspor Mobil Indonesia 2025 Tembus Rekor 518.000 Unit Saat Pasar Domestik Lesu

    Ramadan–Lebaran 2026, Tiket Pesawat Ekonomi Kena Diskon PPN 6%

    Ramadan–Lebaran 2026, Tiket Pesawat Ekonomi Kena Diskon PPN 6%

    Potensi Besar, Industri Domestik dan Asing Mulai Lirik Bisnis Penyimpanan Karbon

    Potensi Besar, Industri Domestik dan Asing Mulai Lirik Bisnis Penyimpanan Karbon

    Pemerintah Pastikan Tak Ada Insentif Motor Listrik di 2026, Ini Kata Aismoli

    Pemerintah Pastikan Tak Ada Insentif Motor Listrik di 2026, Ini Kata Aismoli

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
  • EKONOMI
    • BISNIS
    • KEUANGAN
  • CRYPTO
    • BLOCKCHAIN
  • INVESTASI
    • KEUANGAN PRIBADI
    • INVESTASI SAHAM
  • ANALISIS KEUANGAN
    Ekspor Mobil Indonesia 2025 Tembus Rekor 518.000 Unit Saat Pasar Domestik Lesu

    Ekspor Mobil Indonesia 2025 Tembus Rekor 518.000 Unit Saat Pasar Domestik Lesu

    Ramadan–Lebaran 2026, Tiket Pesawat Ekonomi Kena Diskon PPN 6%

    Ramadan–Lebaran 2026, Tiket Pesawat Ekonomi Kena Diskon PPN 6%

    Potensi Besar, Industri Domestik dan Asing Mulai Lirik Bisnis Penyimpanan Karbon

    Potensi Besar, Industri Domestik dan Asing Mulai Lirik Bisnis Penyimpanan Karbon

    Pemerintah Pastikan Tak Ada Insentif Motor Listrik di 2026, Ini Kata Aismoli

    Pemerintah Pastikan Tak Ada Insentif Motor Listrik di 2026, Ini Kata Aismoli

No Result
View All Result
Berita Keuangan Indonesia
No Result
View All Result

HOME » ANALISIS KEUANGAN » Potensi Besar, Industri Domestik dan Asing Mulai Lirik Bisnis Penyimpanan Karbon

Potensi Besar, Industri Domestik dan Asing Mulai Lirik Bisnis Penyimpanan Karbon

Indonesia Financial News by Indonesia Financial News
2026-01-29
0

Potensi Besar, Industri Domestik dan Asing Mulai Lirik Bisnis Penyimpanan Karbon

wmhg.org – JAKARTA. Minat industri domestik dan asing terhadap pengembangan Carbon Capture and Storage (CCS) di Indonesia mulai meningkat seiring kian lengkapnya regulasi dan besarnya potensi penyimpanan karbon nasional. Indonesia diperkirakan memiliki kapasitas penyimpanan karbon dioksida (CO2) hingga 500 gigaton (GT).

Kajian Balai Besar Pengujian Minyak dan Gas Bumi (Lemigas) bahkan mencatat potensi penyimpanan CO2 mencapai sekitar 577 GT. Angka tersebut jauh di atas kebutuhan penyimpanan domestik yang diperkirakan berada di kisaran 100 GT, berdasarkan proyeksi emisi dari sektor migas dan industri padat emisi.

Director of Strategic Development and Operation Indonesia CCS Center (ICCSC) Rizky Muhammad Kahfie mengatakan, terbitnya berbagai regulasi terkait CCS dan nilai ekonomi karbon mendorong ketertarikan pelaku usaha untuk mengembangkan proyek CCS di Indonesia. Regulasi tersebut mencakup aturan teknis di Ditjen Migas hingga Peraturan Presiden mengenai nilai ekonomi karbon.

“Sejak ada Peraturan Ditjen Migas tentang CCS, Perpres tentang Nilai Ekonomi Karbon, kemudian ada enabler lain yang terkait dengan CCS dan Nilai Ekonomi Karbon, itu membentuk minat dari industri domestik dan luar negeri,” ujar Rizky dalam konferensi pers Soft Launching The 4th IICCS Forum 2026, Kamis (29/1/2026).

Peningkatan minat tersebut tercermin dari bertambahnya anggota ICCSC. Pada 2023, anggota ICCSC baru berjumlah lima entitas. Hingga awal 2026, jumlahnya meningkat menjadi 26 entitas dengan latar belakang yang semakin beragam.

Anggota tersebut tidak hanya terdiri dari operator penyimpanan karbon, tetapi juga penyedia jasa transportasi CO?, pelaku industri, serta perusahaan pendukung lainnya.

Menurut Rizky, kondisi ini menunjukkan ekosistem bisnis CCS di Indonesia mulai terbentuk.

“Sudah mulai terbentuk nih ekosistemnya, sudah mulai terbentuk bisnisnya yang nantinya diharapkan untuk bisa mendatangkan investasi, ujarnya.

Rizky memperkirakan dalam lima hingga sepuluh tahun ke depan, CCS dapat menjadi salah satu sumber investasi signifikan, dengan dukungan dari industri dalam negeri maupun asing. Teknologi ini dinilai relevan bagi sektor industri padat emisi atau hard-to-abate industry yang membutuhkan solusi konkret untuk menurunkan emisi karbon.

Sementara itu,Inspektur Minyak dan Gas Bumi Ahli Muda, Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Kementerian ESDM Fahrur Rozi Firmansya menilai besarnya potensi penyimpanan karbon membuka peluang bagi Indonesia menjadi pusat penyimpanan karbon lintas negara. Dengan kapasitas penyimpanan yang jauh melebihi kebutuhan domestik, Indonesia berpotensi menerima CO2 dari negara lain di kawasan.

“Dengan potensi 500 GT itu, terbuka peluang untuk kegiatan menerima CO2 dari internasional dan regional. Singapura, Jepang, Korea Selatan itu kan memang mereka punya emisi tapi potensi storage-nya tidak ada. Ada mungkin, tapi minim, jadi opsi mereka juga diekspor,” ujar Fakhrurozi.

Regulasi Kian Lengkap

Dalam dua tahun terakhir pemerintah telah menerbitkan tiga regulasi khusus yang secara spesifik mengatur kegiatan CCS dan CCUS. Regulasi tersebut menjadi landasan awal pengembangan teknologi yang sebelumnya belum memiliki payung hukum tersendiri.

Memasuki 2025, pemerintah memfokuskan pengaturan pada aspek proses bisnis kegiatan CCS, termasuk klasifikasi usaha. Hal ini tertuang dalam Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2025 tentang Perizinan Berusaha Berbasis Risiko, yang mengatur Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) untuk kegiatan CCS, baik di wilayah kerja (WK) migas maupun di luar WK migas melalui skema Wilayah Izin Penyimpanan Karbon (WIPK).

Ditjen Migas saat ini juga tengah memfinalisasi peraturan turunan berupa Peraturan Menteri ESDM yang mengatur tahapan perizinan WIPK, mulai dari izin eksplorasi hingga izin penyimpanan karbon. Aturan ini diharapkan memberikan kepastian bagi pelaku usaha yang berminat mengembangkan proyek CCS.

Di sektor hulu migas, revisi Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2017 tentang skema kontrak bagi hasil gross split juga disebut telah memasukkan ketentuan terkait kegiatan CCS dan CCUS. Revisi tersebut dikabarkan telah memasuki tahap akhir dan tinggal menunggu pengundangan.

Dari sisi kesiapan sumber daya manusia, pemerintah bersama Indonesian Carbon Capture and Storage Center (ICCSC) juga telah menyusun Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) untuk kegiatan validasi dan verifikasi mitigasi perubahan iklim. SKKNI tersebut telah disahkan melalui Keputusan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 293 Tahun 2025 dan mencakup kompetensi penyimpanan karbon dalam sektor energi.

Sementara itu, Analis Kebijakan Ahli Madya Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Dwi Septi Cahyawati menambahkan, pengembangan CCS juga diperkuat melalui kebijakan nilai ekonomi karbon.

Pada akhir 2025, pemerintah meluncurkan Peraturan Presiden Nomor 110 Tahun 2025 yang membuka ruang penghitungan nilai ekonomi karbon dari kegiatan CCS. Melalui regulasi tersebut, CCS diharapkan dapat diintegrasikan ke dalam mekanisme pasar karbon nasional.

Selanjutnya: Promo Indomaret Super Hemat Terbaru: Detergen Diskon 30% dan Beli 1 Gratis 1

Menarik Dibaca: Promo Indomaret Super Hemat Terbaru: Detergen Diskon 30% dan Beli 1 Gratis 1

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Indonesia Financial News

Indonesia Financial News

Next Post

Drama London: Paspampres Klarifikasi Soal Halangi Jurnalis Saat Kawal Presiden Prabowo

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • POPULER
  • TOPIK POPULER
  • TERBARU
World Gold Council Kembangkan Infrastruktur Emas Digital Lewat Cara Ini

World Gold Council Kembangkan Infrastruktur Emas Digital Lewat Cara Ini

2026-03-26
Pintu Masuk Barang Impor Mau Dipindah, Mendag Sebutkan Daftar Pelabuhan Alternatif

Pintu Masuk Barang Impor Mau Dipindah, Mendag Sebutkan Daftar Pelabuhan Alternatif

2024-09-05
Lonjakan Harga Minyak Agak Mereda, Wall Street Dibuka Hijau

Lonjakan Harga Minyak Agak Mereda, Wall Street Dibuka Hijau

2022-03-03
Harga Emas Dunia Hari Ini 24 Maret 2025 Anjlok 1,5%

Harga Emas Dunia Hari Ini 24 Maret 2025 Anjlok 1,5%

2026-03-25
Energi Mega Persada Bayar Utang dengan Konversi Saham

Energi Mega Persada Bayar Utang dengan Konversi Saham

Pasokan Meningkat Tingkat Okupansi Perkantoran Turun 2017

Pasokan Meningkat Tingkat Okupansi Perkantoran Turun 2017

Kenaikan Harga Minyak Mulai Bayangi Investor, IHSG Terkoreksi

Kenaikan Harga Minyak Mulai Bayangi Investor, IHSG Terkoreksi

Harga Minyak Membumbung, Saham Migas Diburu Investor

Harga Minyak Membumbung, Saham Migas Diburu Investor

Didukung Pemberdayaan BRI, Yummy Craft Terus Kembangkan Produk Kriya Bertema Kuliner Nusantara

Didukung Pemberdayaan BRI, Yummy Craft Terus Kembangkan Produk Kriya Bertema Kuliner Nusantara

2026-03-26
Rupiah Tembus Rp 17.000 per Dolar AS di Pasar Offshore, Tanda Tekanan Eksternal Menguat

Rupiah Tembus Rp 17.000 per Dolar AS di Pasar Offshore, Tanda Tekanan Eksternal Menguat

2026-03-26
Dewan Komisioner OJK Resmi Dilantik: Friderica Widyasari Dewi Jadi Ketua, Ini Daftar Lengkapnya

Dewan Komisioner OJK Resmi Dilantik: Friderica Widyasari Dewi Jadi Ketua, Ini Daftar Lengkapnya

2026-03-26
Thomas Djiwandono dan Juda Agung Ikut Ucap Sumpah Jabatan Jadi Komisioner OJK

Thomas Djiwandono dan Juda Agung Ikut Ucap Sumpah Jabatan Jadi Komisioner OJK

2026-03-26

TERPOPULER

  • EKONOMI
  • CRYPTO
Harga Emas dan Perak Kompak Tertekan, Ini Penyebabnya

Harga Emas dan Perak Kompak Tertekan, Ini Penyebabnya

2026-03-26
0
Harga Emas Antam Hari Ini 24 Maret 2026 Stabil, Simak Rinciannya di Sini

Harga Emas Antam Hari Ini 24 Maret 2026 Stabil, Simak Rinciannya di Sini

2026-03-26
0
Harga Emas Pegadaian Hari Ini 24 Maret 2026: UBS dan Galeri24 Kompak Loyo

Harga Emas Pegadaian Hari Ini 24 Maret 2026: UBS dan Galeri24 Kompak Loyo

2026-03-26
0
Harga Emas Dunia Hari Ini 24 Maret 2025 Anjlok 1,5%

Harga Emas Dunia Hari Ini 24 Maret 2025 Anjlok 1,5%

2026-03-26
0
Harga Emas Perhiasan Hari Ini 24 Maret 2026: Termurah Sentuh Level Segini

Harga Emas Perhiasan Hari Ini 24 Maret 2026: Termurah Sentuh Level Segini

2026-03-26
0
Load More
Berita Keuangan Indonesia

Kita menggunakan cookies untuk membuat website ini lebih baik. Info Selengkapnya!

WMHG INDONESIA

Lkuti Kami

Jelajahi berdasarkan Kategori

  • ANALISIS KEUANGAN
  • BISNIS
  • BLOCKCHAIN
  • CRYPTO
  • EKONOMI
  • INTERNASIONAL
  • INVESTASI
  • INVESTASI SAHAM
  • KEUANGAN
  • KEUANGAN PRIBADI
  • NASIONAL
  • News

Berita Terbaru

Didukung Pemberdayaan BRI, Yummy Craft Terus Kembangkan Produk Kriya Bertema Kuliner Nusantara

Didukung Pemberdayaan BRI, Yummy Craft Terus Kembangkan Produk Kriya Bertema Kuliner Nusantara

2026-03-26
Rupiah Tembus Rp 17.000 per Dolar AS di Pasar Offshore, Tanda Tekanan Eksternal Menguat

Rupiah Tembus Rp 17.000 per Dolar AS di Pasar Offshore, Tanda Tekanan Eksternal Menguat

2026-03-26

Copyright - @ 2024 wmhg.org All right Reserved. Keuangan News.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
  • EKONOMI
    • BISNIS
    • KEUANGAN
  • CRYPTO
    • BLOCKCHAIN
  • INVESTASI
    • INVESTASI SAHAM
    • KEUANGAN PRIBADI
  • ANALISIS KEUANGAN

Copyright - @ 2024 wmhg.org All right Reserved. Keuangan News.