• Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Peta Situs
Kamis, Maret 26, 2026
  • Login
Berita Keuangan Indonesia
  • Home
  • News
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
  • EKONOMI
    • BISNIS
    • KEUANGAN
  • CRYPTO
    • BLOCKCHAIN
  • INVESTASI
    • KEUANGAN PRIBADI
    • INVESTASI SAHAM
  • ANALISIS KEUANGAN
    Laba Kolektif BUMN Ditargetkan Capai Rp 350 Triliun di Tahun 2026

    Laba Kolektif BUMN Ditargetkan Capai Rp 350 Triliun di Tahun 2026

    Total Bangun Persada (TOTL) Bidik Perolehan Kontrak Baru Rp 5 Triliun pada 2026

    Total Bangun Persada (TOTL) Bidik Perolehan Kontrak Baru Rp 5 Triliun pada 2026

    Harga Timah Global Melonjak 50% dalam Tiga Bulan, Pasokan Ketat Jadi Pemicu

    Harga Timah Global Melonjak 50% dalam Tiga Bulan, Pasokan Ketat Jadi Pemicu

    Paramount Gading Serpong Perkuat Posisi Sebagai Kota Mandiri Berkelanjutan

    Paramount Gading Serpong Perkuat Posisi Sebagai Kota Mandiri Berkelanjutan

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
  • EKONOMI
    • BISNIS
    • KEUANGAN
  • CRYPTO
    • BLOCKCHAIN
  • INVESTASI
    • KEUANGAN PRIBADI
    • INVESTASI SAHAM
  • ANALISIS KEUANGAN
    Laba Kolektif BUMN Ditargetkan Capai Rp 350 Triliun di Tahun 2026

    Laba Kolektif BUMN Ditargetkan Capai Rp 350 Triliun di Tahun 2026

    Total Bangun Persada (TOTL) Bidik Perolehan Kontrak Baru Rp 5 Triliun pada 2026

    Total Bangun Persada (TOTL) Bidik Perolehan Kontrak Baru Rp 5 Triliun pada 2026

    Harga Timah Global Melonjak 50% dalam Tiga Bulan, Pasokan Ketat Jadi Pemicu

    Harga Timah Global Melonjak 50% dalam Tiga Bulan, Pasokan Ketat Jadi Pemicu

    Paramount Gading Serpong Perkuat Posisi Sebagai Kota Mandiri Berkelanjutan

    Paramount Gading Serpong Perkuat Posisi Sebagai Kota Mandiri Berkelanjutan

No Result
View All Result
Berita Keuangan Indonesia
No Result
View All Result

HOME » ANALISIS KEUANGAN » Banyak Smelter Tak Patuhi Harga Patokan Mineral, Hilirisasi Mineral Terancam

Banyak Smelter Tak Patuhi Harga Patokan Mineral, Hilirisasi Mineral Terancam

Indonesia Financial News by Indonesia Financial News
2025-05-07
0

Banyak Smelter Tak Patuhi Harga Patokan Mineral, Hilirisasi Mineral Terancam

wmhg.org – JAKARTA. Penggunaan Harga Patokan Mineral (HPM) sebagai patokan harga batas bawah dalam transaksi jual beli mineral di dalam negeri menimbulkan polemik.

Hal ini dikarenakan banyaknya smelter di dalam negeri yang membeli bahan baku mineral dengan harga di bawah HPM.

Terkait hal ini, Ketua Umum Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia (PERHAPI) Sudirman Widhy Hartono mengatakan penetapan HPM sebagai harga acuan oleh pemerintah khususnya melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memang memiliki tujuan positif.

Yaitu untuk mengurangi ketergantungan Indonesia pada indeks mineral global sebagai patokan harga dan meningkatkan kedaulatan ekonomi nasional dalam menentukan nilai komoditas strategis.

Baca Juga: Smelter Bauksit China Tak Patuhi Harga Patokan Mineral yang Ditetapkan Pemerintah

Namun, kami menyarankan agar KESDM benar-benar harus melihat kondisi pasar yang sebenarnya, sebelum menentukan HPM yang fair baik bagi produsen maupun pembeli, ungkap Sudirman kepada Kontan, Selasa (06/05).

Ia menambahkan, menentukan HPM tanpa melihat kondisi pasar yang sebenarnya justru akan berpotensi menyebabkan terjadinya ketidaksepakatan antara produsen dan pembeli.

Ini pada akhirnya juga akan berdampak kepada kondisi penerimaan negara jika volume penjualan komoditas pertambangan mineral menurun atau bahkan terhenti, tambahnya.

Ketidaksesuaian HPM Berpengaruh pada Hilirisasi Mineral

Ketika penambang tidak dapat menjual hasil tambangnya karena pembeli, dalam hal ini kepada para pemilik pengolahan dan pemurnian (smelter) yang enggan membeli  sesuai HPM.

Menurut Perhapi, kerugian akan dirasakan oleh kedua belah pihak. Dari pihak penambang, jika kondisi seperti ini berlangsung terus tanpa ada solusi, maka tentunya akan berakibat kepada terhentinya proses produksi penambangan, contohnya penambang bijih bauksit.

Dari sisi pemilik smelter, dengan berhentinya produksi tambang akan membuat efek domino pada berhentinya berproduksi sebagai akibat ketiadaan bahan baku dalam bentuk bijih.

Opsi Pengembalian HPM Sebagai Basis Penentuan Royalti Mineral

Terkait permasalahan ini, Perhapi menyarankan agar pemerintah melalui Kementerian ESDM mengembalikan aturan HPM seperti sebelumnya. Dimana HPM hanya dijadikan basis untuk perhitungan royalti dan iuran produksi untuk penerimaan negara.

Baca Juga: Kementerian ESDM Beberkan 7 Proyek Smelter Bauksit Masih Mangkrak, Ini Daftarnya

Sehingga produsen dan buyer dapat melakukan keleluasaan untuk bertransaksi dengan harga yang layak dan dapat disepakati kedua belah pihak secara fair, guna mendapatkan profit margin dan dapat menutupi biaya operasional, kata dia.

Khusus untuk mineral dengan larangan ekspor mentah seperti bauksit dan nikel, Sudirman menambahkan perlu menjadi perhatian pemerintah untuk adalah mempercepat penyelesaian pembangunan smelter-smelter baru.

Khususnya untuk bijih bauksit, mengingat saat ini masih ada beberapa proyek pembangunan smelter bijih bauksit yang terhenti dengan beberapa alasan, terutama kesulitan dalam hal pendanaan, kata dia.

Pemerintah, tambah Sudirman harus proaktif membantu mencarikan solusi agar isu-isu tersebut dapat dicarikan jalan keluar guna mempercepat pembangunan smelter khususnya untuk bauksit.

Apalagi negara kita sudah mencanangkan program hilirisasi bauksit dengan target peningkatan produksi alumina dalam negeri, kata dia.

Sebelumnya, dalam catatan Kontan, Asosiasi Bauksit Indonesia (ABI) mengungkap smelter bauksit milik perusahaan China di Indonesia tidak menggunakan HPM dalam membeli bauksit dari para penambang.

Baca Juga: Investasi Sektor Bauksit Rp 12,84 T di Kuartal I 2025 Juga Mengalir ke Non Smelter

Menurut Ketua Umum ABI, Ronald Sulistyanto, harga yang tidak sesuai HPM membuat para pengusaha menghentikan produksi pada tambang mereka.

Tercatat di kami, dari 69 pengusaha tambang, sekarang hanya sekitar 15 sampai dengan 20 pengusaha saja yang masih berproduksi, ungkap Ronald saat dikonfirmasi Kontan, Minggu (04/05).

Ronald menambahkan, sebagian besar tambang yang masih beroperasi adalah tambang dengan kapasitas yang besar.

Selebihnya hanya bertahan hidup agar mesin produksinya gak karatan, supaya juga tidak merumahkan karyawannya, tambahnya.

Selanjutnya: Industri Pembiayaan Melambat, APPI Beberkan Penyebabnya

Menarik Dibaca: IBM dan Scuderia Ferrari HP Luncurkan Aplikasi Mobile bagi Penggemar Formula 1 Global

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Indonesia Financial News

Indonesia Financial News

Next Post
Sambil Tenteng Dokumen, Bill Gates Semringah Bertemu Prabowo di Istana Merdeka

Sambil Tenteng Dokumen, Bill Gates Semringah Bertemu Prabowo di Istana Merdeka

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • POPULER
  • TOPIK POPULER
  • TERBARU
Hasil Survei SHPR BI di Kuartal l-2025: Tren Pembelian Rumah lewat KPR Terus Menurun

Hasil Survei SHPR BI di Kuartal l-2025: Tren Pembelian Rumah lewat KPR Terus Menurun

2025-05-20
Jalan Tol Cipali Kembali Dibuka Dua Arah, Arus Kendaraan Ramai Lancar

Jalan Tol Cipali Kembali Dibuka Dua Arah, Arus Kendaraan Ramai Lancar

2026-03-21
Sidang Kabinet Perdana, Jokowi : Investasi yang Sudah Masuk di IKN Rp 56,2 Triliun

Sidang Kabinet Perdana, Jokowi : Investasi yang Sudah Masuk di IKN Rp 56,2 Triliun

2024-08-12
Diusung Jadi Cagub DKI, Pramono Anung Pernah Tersangkut Kasus Tambang?

Diusung Jadi Cagub DKI, Pramono Anung Pernah Tersangkut Kasus Tambang?

2024-08-29
Energi Mega Persada Bayar Utang dengan Konversi Saham

Energi Mega Persada Bayar Utang dengan Konversi Saham

Pasokan Meningkat Tingkat Okupansi Perkantoran Turun 2017

Pasokan Meningkat Tingkat Okupansi Perkantoran Turun 2017

Kenaikan Harga Minyak Mulai Bayangi Investor, IHSG Terkoreksi

Kenaikan Harga Minyak Mulai Bayangi Investor, IHSG Terkoreksi

Harga Minyak Membumbung, Saham Migas Diburu Investor

Harga Minyak Membumbung, Saham Migas Diburu Investor

Didukung Pemberdayaan BRI, Yummy Craft Terus Kembangkan Produk Kriya Bertema Kuliner Nusantara

Didukung Pemberdayaan BRI, Yummy Craft Terus Kembangkan Produk Kriya Bertema Kuliner Nusantara

2026-03-26
Rupiah Tembus Rp 17.000 per Dolar AS di Pasar Offshore, Tanda Tekanan Eksternal Menguat

Rupiah Tembus Rp 17.000 per Dolar AS di Pasar Offshore, Tanda Tekanan Eksternal Menguat

2026-03-26
Dewan Komisioner OJK Resmi Dilantik: Friderica Widyasari Dewi Jadi Ketua, Ini Daftar Lengkapnya

Dewan Komisioner OJK Resmi Dilantik: Friderica Widyasari Dewi Jadi Ketua, Ini Daftar Lengkapnya

2026-03-26
Thomas Djiwandono dan Juda Agung Ikut Ucap Sumpah Jabatan Jadi Komisioner OJK

Thomas Djiwandono dan Juda Agung Ikut Ucap Sumpah Jabatan Jadi Komisioner OJK

2026-03-26

TERPOPULER

  • EKONOMI
  • CRYPTO
Harga Emas dan Perak Kompak Tertekan, Ini Penyebabnya

Harga Emas dan Perak Kompak Tertekan, Ini Penyebabnya

2026-03-26
0
Harga Emas Antam Hari Ini 24 Maret 2026 Stabil, Simak Rinciannya di Sini

Harga Emas Antam Hari Ini 24 Maret 2026 Stabil, Simak Rinciannya di Sini

2026-03-26
0
Harga Emas Pegadaian Hari Ini 24 Maret 2026: UBS dan Galeri24 Kompak Loyo

Harga Emas Pegadaian Hari Ini 24 Maret 2026: UBS dan Galeri24 Kompak Loyo

2026-03-26
0
Harga Emas Dunia Hari Ini 24 Maret 2025 Anjlok 1,5%

Harga Emas Dunia Hari Ini 24 Maret 2025 Anjlok 1,5%

2026-03-26
0
Harga Emas Perhiasan Hari Ini 24 Maret 2026: Termurah Sentuh Level Segini

Harga Emas Perhiasan Hari Ini 24 Maret 2026: Termurah Sentuh Level Segini

2026-03-26
0
Load More
Berita Keuangan Indonesia

Kita menggunakan cookies untuk membuat website ini lebih baik. Info Selengkapnya!

WMHG INDONESIA

Lkuti Kami

Jelajahi berdasarkan Kategori

  • ANALISIS KEUANGAN
  • BISNIS
  • BLOCKCHAIN
  • CRYPTO
  • EKONOMI
  • INTERNASIONAL
  • INVESTASI
  • INVESTASI SAHAM
  • KEUANGAN
  • KEUANGAN PRIBADI
  • NASIONAL
  • News

Berita Terbaru

Didukung Pemberdayaan BRI, Yummy Craft Terus Kembangkan Produk Kriya Bertema Kuliner Nusantara

Didukung Pemberdayaan BRI, Yummy Craft Terus Kembangkan Produk Kriya Bertema Kuliner Nusantara

2026-03-26
Rupiah Tembus Rp 17.000 per Dolar AS di Pasar Offshore, Tanda Tekanan Eksternal Menguat

Rupiah Tembus Rp 17.000 per Dolar AS di Pasar Offshore, Tanda Tekanan Eksternal Menguat

2026-03-26

Copyright - @ 2024 wmhg.org All right Reserved. Keuangan News.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
  • EKONOMI
    • BISNIS
    • KEUANGAN
  • CRYPTO
    • BLOCKCHAIN
  • INVESTASI
    • INVESTASI SAHAM
    • KEUANGAN PRIBADI
  • ANALISIS KEUANGAN

Copyright - @ 2024 wmhg.org All right Reserved. Keuangan News.