wmhg.org – JAKARTA. Pemerintah melalui Kementerian Perindustrian RI (Kemenperin) mengusulkan agar industri otomotif tetap mendapatkan insentif pada periode fiskal tahun 2026.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, skema insentif otomotif yang diusulkan untuk tahun depan akan dirancang lebih terperinci dibandingkan kebijakan sebelumnya.
Perumusannya mempertimbangkan berbagai aspek, mulai dari segmen kendaraan, jenis teknologi, hingga bobot Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), termasuk perbedaan jenis baterai yang digunakan.
Tambahan nilai hingga 20 persen dapat diperoleh apabila pabrikan memiliki aktivitas riset dan pengembangan yang aktif di dalam negeri.
Di luar penghitungan TKDN, skema BMP diperkenalkan untuk menilai kontribusi perusahaan terhadap penguatan industri nasional.
Termasuk dari sisi penyerapan tenaga kerja, investasi baru, lokasi pabrik, penggunaan mesin buatan dalam negeri, kemitraan dengan industri kecil, serta aktivitas penelitian.
Meski demikian, pihak Kementerian Perindustrian belum memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai potensi pemberian insentif yangbesar bagi kendaraan listrik yang menggunakan baterai buatan dalam negeri berbasis nikel dimaksud saat dihubungi.
Selanjutnya: Kinerja Indeks Saham Barang Material Berpeluang Tumbuh Positif, Ini Pendorongnya
Menarik Dibaca: Cara Mudah Mencari Tambahan Penghasilan untuk Kebutuhan yang Mendesak
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
/2025/02/12/295818587.jpg)
/2025/09/22/1467086553.jpg)
/2022/04/26/1849894064.jpg)
/2024/07/01/823936766.jpg)

:strip_icc()/kly-media-production/medias/5427576/original/072429700_1764396580-Screenshot_20251129_125754_Docs.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5515886/original/006200500_1772202661-Konferensi_pers_di_Brilian_Club-27_Februari_2026.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3285859/original/062073000_1604404965-20201103-pembebasan-tarif-bea-masuk-permudah-umkm-ekspor-produk-ke-AS-ANGGA-1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5467322/original/061717500_1767872284-1.jpg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/5472770/original/094808400_1768375318-5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3532289/original/028365400_1628161488-20210805-Harga-emas-alami-penurunan-ANGGA-4.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1369939/original/076856100_1476098426-20161010-Harga-emas-stagnan-di-posisi-Rp-599-Jakarta-AY2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3975040/original/077790600_1648205648-20220325-Harga-emas-pegadaian-naik-ANGGA-5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5459767/original/052734300_1767173469-publikasi_1767166092_6954d08c6d721.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5371515/original/011669500_1759665536-1001320582.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3005833/original/005389400_1577346189-20191226-Proyeksi-Pertumbuhan-Ekonomi-Indonesia-2020-ANGGA-4.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475276/original/056009900_1768562165-1000026474.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/953316/original/021276300_1439363719-20150812-Rupiah-Anjlok4.jpg)